Leave a comment

Sumbar Berpotensi Kembangkan Industri Ikan Kaleng


Padang (ANTARA) – Badan Koordinasi Penanaman Modal Provinsi Sumatera Barat menyebutkan daerah itu berpotensi mengembangkan industri ikan kaleng, karena potensi produksi ikan laut cukup banyak.

“Hasil survei tim independen dari Fakultas Ekonomi Unand Padang, menunjukan potensi industri ikan kaleng terbuka di pesisir pantai Sumbar,” Kata Kepala BKPMP Sumbar, Masrul Zein di Padang, Minggu.

Ia menjelaskan, khusus untuk hasil tanggapan nelayan di pesisir pantai Pasaman Barat, rata-rata mencapai 80 ton per hari dengan berbagai janis ikan laut.

Namun, selama ini belum ada investor yang mengelola hasil tanggapan nelayan itu, sehingga nilai jual ikan belum menggembirakan karena produk turunan baru ikan kering.

Menurut Masrul, potensi ikan laut Sumbar untuk produk turunan yang harus dikelolah industri belum tergarap, baru jenis tuna yang sudah mulai dikelolah investor.

Padahal, kalau dibandingkan dengan daerah lain seperti industri pengalengan ikan di Surabaya kebutuhan pasokan ikan laut hanya sekitar 200 ton/bulan.

Sedangkan, di Pasaman Barat dengan 40 lebih bagan nelayan yang beroperasi mampu memproduksi ikan laut mencapai 80 ton/hari atau rata-rata dua sampai empat ton setiap bagan/hari.

Belum lagi, tambahnya, produksi tangkapan nelayan di Kepulauan Mentawai, Agam, Padangpariaman, Padang dan Pesisir Selatan. Jadi, untuk pemenuhan kebutuhan industri pengalengan ikan kalau ada yang beroperasi tentu sangat melebihi dari cukup.

Selain itu, masih terbuka peluang bagi penanam modal untuk membuka usaha di sektor pabrik es balok untuk kebutuhan pengerasan ikan nelayan.

“Kebutuhan es balok bagi nelayan rata-rata 60 ton/hari, tapi yang tersedia baru berkisar 20 ton. Sisanya dididatangkan dari luar daerah itu,” katanya.

Peluang ini tentu sangat menjanjikan untuk ditawarkan bagi pemerintah daerah yang berada di kawasan pesisir pantai Sumbar ke penanam modal.

“Hasil laut Sumbar sangat berdampak terhadap perekonomian masyarakat nelayan, bila dikembangkan secara maksimal,” ujarnya.

Justru itu, Pemkab Pasaman Barat mesti melangkapi infrastruktur yang dapat memudahkan investor lokal dan nasional yang ingin berinvestasi.

Infrastruktur yang perlu dilengkapi, di antaranya jaringan listrik, ketersedian lahan untuk pabrik pengalengan, jalan dan ketersedia air bersih.

“Jika peluang ini dibiarkan Pemkab setempat, bisa ditangkap provinsi tentangga, seperti Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara,” ujarnya.

 

Sumber; Yahoonews

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: