Leave a comment

Bupati dan DPRD Sepakat Kasus Maligi Diurai Tuntas


Kamis, 12 Januari 2012 – 14:53:25 WIB

Pasaman Barat, KlikSumbar

Dalam kasus Maligi Berdarah, Bupati Pasaman Barat Baharuddin tampaknya tidak mau gegabah mengomentari. Ia minta polisi juga mengusut tuntas masalah yang terjadi. Ia juga mendukung upaya pencarian fakta yang dilakukan oleh DPRD Sumbar dan Komnas HAM.

Dalam soal terbakarnya kantor PT. Permata Hijau Pasaman (PHP), Bupati Baharuddin tidak percaya masyarakat Maligi yang melakukannya. Ada pihak lain yang bermain. “Saya dapat informasi lewat SMS bahwa yang membakar kantor perkebunan itu adalah orang suruhan, bukan warga Maligi. Saya sudah sampaikan info ini kepada Kapolres,” ungkap Baharuddin, Kamis (12/1) saat bertemu Komisi I DPRD Sumbar.

Akar masalah Maligi adalah soal koperasi. Ada dua rapat koperasi di tempat yang berbeda, yaitu di Maligi dan Maninjau. “Saya sudah perintahkan Kepala Dinas Koperasi untuk mengaudit koperasi itu. kalau ada unsur penggelapan atau penipuan, serahkan saja kepada mekanisme hukum yang berlaku,” ujar Baharuddin yang juga pensiunan polisi itu.

Komisi I DPRD Sumbar yang datang ke Pasaman Barat untuk mengumpulkan data dan fakta terhadap kasus Maligi Berdarah, yakin sekali Bupati Baharuddin dapat menyelesaikan persoalan PT. PHP dengan masyarakat Maligi.

“Bapak Baharuddin pasti piawai menyelesaikan masalah konflik perkebunan di Pasaman Barat ini. Salah satu solusinya kembalikan luas plasma untuk masyarakat sesuai perjanjian awal yakni 2.800 hektar, bukan 600 hektar yang ada sekarang,” ujar Ketua Komisi I DPRD Sumbar, Muzni M. Nur, Kamis (12/1).

Dalam kesempatan bertemu Bupati Baharuddin, Anggota Komisi I DPRD Sumbar Soenarno Gani mempertanyakan status ninik mamak Maligi Nizar Bermawi yang kini menjadi tahanan kota oleh Polres Pasaman Barat. “Apa kesalahan Nizar Bermawi, kok sampai ditahan dan sekarang jadi tahanan kota,” ujar Soenarno.

Bupati Baharuddin menyerahkan kepada mekanisme hukum. Bupati bahkan yakin, bahwa ninik mamak Maligi Nizar Bermawi tidak akan bisa dibuktikan kesalahannya. “Saya berani taruhan, polisi tidak akan bisa membuktikan kesalahan tokoh warga Maligi itu. Dia tidak membakar kantor perkebunan itu,” ujar Baharuddin.

Sementara Rizanto Algamar belum bisa mengatakan ada atau tidaknya pelanggaran HAM di Maligi.
“Saya belum bisa menarik kesimpulan, masih proses klarifikasi. Tetapi yang jelas Kasus Maligi adalah bukti belum tuntasnya reformasi Polri yang selalu bertindak brutal pada rakyat yang menuntut haknya,” ujar Rizanto.

Toad melaporkan langsung dari Pasaman Barat via BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss…!

 

Sumber: kliksumbar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: