Leave a comment

PE Pasbar Tertinggi Kedua se-Sumbar


Selasa, 07 Februari 2012 01:09

PASBAR, HALUAN — Pertumbuhan ekonomi (PE) Kabupaten Pasaman Barat terus meningkat dari 6,26 persen menjadi 6,39 persen pada tahun 2010 dan menduduki peringkat kedua di Sumatera Barat setelah Dharmasraya.

Kepala Badan Pusat Sta­tik (BPS) Pasaman Barat Chardiman di Simpang Am­pek, Rabu (1/2), menyebutkan pertumbuhan ekonomi Pasa­man Barat cukup pesat diban­dingkan daerah lainnya di Sumbar. Bahkan, pertum­buhan ekonomi Pasaman Barat di atas pertumbuhan Sumbar yang hanya 5,93 persen.

“Pertumbuhan ekonomi Pasaman Barat mengalami peningkatan dari 6,26 persen menjadi 6,39 pada 2010 dan berada di bawah Kabupaten Dhamasraya 6,51 persen. Hal itu tidak terlepas dari faktor pendukung perkebunan dan pertanian yang dimiliki Pasa­man Barat,” katanya.

Dari hasil evaluasi ter­akhir, pertanian merupakan sektor tertinggi yang mem­berikan kontribusi terhadap perekonomian yakni sebesar 7,10 persen. Salah satu pen­dorong utamanya adalah produksi pertanian yang meningkat, lalu pembukaan lahan-lahan baru, peningkatan mutu benih tanaman, pening­katan sarana-prasarana yang lebih baik dan kualitas sum­ber daya alam yang mulai membaik.

Luas panen sektor perta­nian padi sawah tahun 2010 mencapai 20.156 hektare, naik dibandingkan tahun sebe­lumnya yang hanya 19.830 hektare. Padi ladang mencapai luas 7.096 hektare naik dibandingkan tahun sebe­lumnya 4.541 hektare. Panen tanaman jagung pada tahun 2010 mencapai 33.757 hek­tare.

Selain sektor pertanian, sektor perkebunan juga pen­dorong tumbuhnya ekonomi Pasaman Barat. Tanaman kelapa sawit sebagai tanaman utama penyumbang terbesar yakni seluas 96.608 hektare dengan produksi 224.404 ton. Disusul tanaman coklat se­luas 11.094 hektare dengan produksi 7.296 ton serta tanaman karet seluas 7.616 hektare dengan produksi 5.272 ton.

“Secara keseluruhan pro­duksi tanaman perkebunan di Pasaman Barat mengalami peningkatan tahun sebe­lumnya dari 201.834,45 ton meningkat menjadi 237. 900, 92 ton. Dengan demikian produksi naik sebesar 36. 066,47 ton atau naik sebesar 17,87 persen,” terangnya.

Selain kedua sektor terse­but, sektor perdagangan, hotel dan restoran menyumbangkan 7,08 persen, sektor bangunan 6,61 persen. Hal itu terlihat dengan munculnya bangunan-bangunan baru di daerah itu. Sektor keuangan, persewaan, pengangkutan dan komunikasi juga menyumbangkan 5,89 persen.

Pasaman Barat, kata Chardiman, saat ini terus mengalami peningkatan di sektor pembangunan. Bahkan, dirinya memprediksi jika pelabuhan Teluk Tapang Air Bangis selesai maka akan semakin menghidupkan eko­nomi Pasaman Barat. Sebab, efek dari adanya pelabuhan tersebut akan berimbas pada semua sektor seperti per­hotelan, perdagangan, jasa dan lainnya.

“Saat ini pembangunan pelabuhan Teluk Tapang se­dang berlangsung dan ke­mungkinan tahun 2013 atau 2014 akan rampung. Mul­tiefek dari adanya pelabuhan itu akan semakin mening­katkan ekonomi Pasaman Barat seca­ra umum,”katanya. (ant)

 

Sumber: Haluan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: