Leave a comment

PT GMP Berikan 200 Ha Lahan Pada Masyarakat


PERJUANGAN MASYARAKAT MENUAI HASIL

Pasbar, Haluan — Akhirnya, PT Gersindo Minang Plantation (GMP) Wilmar Group ke­lompok 16, sepakat memberikan lahan seluas 200 hektare kepada Koperasi Niat Bersama Tan­jung Pangkal, tang­gal 23 Maret 2012.

Pihak perusahaan juga berjanji tidak akan memanen hasil kebun kelapa sawit hingga waktu yang disepakati.

Hal itu terungkap saat pertemuan antara PT GMP dengan kelompok tani (Keltan) Tanjung Pangkal yang di­fasilitasi Pemerintah Kabu­paten Pasaman Barat dan Polres Pasaman Barat di auditorium kantor bupati, Selasa (14/2) kemarin.

“Syukur Alhamdulillah, perjuangan akan segera ter­wujud dengan kembali me­miliki lahan seluas 200 hek­tare yang selama ini dikuasi oleh PT GMP. Kita menunggu tanggal 23 Maret. Dan pihak perusahaan juga telah sepakat dan membuat berita acara kesepakatan bersama hari ini,” kata Ketua Koperasi Niat Bersama, Effendi, mewakili Keltan Tanjung Pangkal kepada wartawan.

Menurutnya, penyerahan lahan seluas 200 hektare tersebut merupakan harga mati bagi petani Tanjung Pangkal. Sebab sejak tahun 1996, lahan tersebut dikuasai PT GMP. Keinginan petani sebenarnya saat pertemuan hari ini, Selasa (14/2), lahan harus diserahkan. Namun petani memberikan waktu kepada pihak perusahaan hingga tanggal 23 Maret mendatang.

“Kami semua berharap pihak perusahaan atau kelom­pok 16 dapat merea­lisasikan­nya karena lahan itu merupa­kan hak petani,” kata Effendi.

Direksi PT GMP Wilmar Group kelompok 16, Tu­mang­gor, menyebutkan bahwa  pihaknya berjanji akan me­nyerah­kan lahan seluas 200 hektare kepada Keltan Tan­jung Pangkal tanggal 23 Maret 2012. Pihaknya tidak bisa memutuskan saat rapat hari ini, Selasa (14/2), karena akan bermusyawarah dengan 16 orang direksi.

“Saya pastikan tanggal 23 Maret paling lambat, lahan seluas 200 hektare diserahan ke Keltan Tanjung Pangkal. Sementara proses ad­minis­trasinya akan menyusul ke­mudian. Sedangan hingga tanggal 23 Maret kebun sawit tidak akan kita panen,” kata Tumanggor.

Asisten Pemeritahan Se­kre­tariat Daerah Pasaman Barat, Muhayatsyah berharap dengan adanya kesepakatan ini maka pe­ru­sahaan dapat merea­lisasi­kannya sesuai dengan tanggal yang ditetapkan.

Kapolres Pasaman Barat, AKBP Prabowo Santoso, Sik berharap perusahaan bisa mempercepat penyerahan lahan kepada Keltan Tanjung Pangkal. Hal itu agar situasi keamanan dapat dikendalikan karena perkembangan situasi di lapangan bisa berubah setiap saat.

“Jika bisa dipercepat akan lebih baik karena akan mem­bantu pihak keamanan untuk menenangkan massa. Kepada Keltan Tanjung Pangkal diharapkan dapat bersabar dan tidak melakukan tinda­kan anarkis di lokasi per­kebunan,” harap Kapolres.

Seperti diberitakan, ra­tusan anggota Keltan Tanjung Pangkal Lingkuang Aua Keca­matan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, menduduki pabrik PT Gersindo Minang Plantation (GMP) dan meng­hentikan segala aktifitasnya. Mereka menuntut agar lahan seluas 200 hektare milik ulayat diserahkan oleh pihak perusahaan.

Tuntutan mereka ber­dasar­kan surat Bupati Pasaman Barat Baharuddin R tanggal 22 November 2011 nomor 180/855/hukum tentang penye­lesaian persoalan lahan Fase IV yang dialamatkan ke pim­pinan PT GMP, Mertua Sito­rus dan Hendri Cs, sudah jelas lahan seluas 200 hektare tersebut adalah milik Keltan Tanjung Pangkal di luar HGU PT GMP. (h/nir)

Sumber: harianhaluan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: