Leave a comment

Mantan Walinagari Parit Tersandung DAUN


Pasbar, Haluan — Setelah diperiksa Selasa, (14/2) lalu, akhirnya mantan Walinagari Parit, Kecamatan Koto Balingka, Pasaman Barat, Makmur, SH,  Rabu (15/2) resmi ditetapkan sebagai tersangka. Terhadap tersangka belum dilakukan penahanan.

Kepala Kejaksaan Negeri Simpang Ampek Herry, SH didampingi Kasi Pidsus, Erman Syafrudianto, SH, menetapkan Makmur sebagai ter­sangka dalam kasus penyelewengan dana alokasi umum nagari (DAUN) tahun 2009-2010.

“Setelah kita lakukan penyidikan dan memanggil saksi-saksi, kita akhirnya menetapkan mantan Wali Nagari Parit sebagai tersangka. Tersangka diduga melakukan tindak pidana korupsi dengan kerugian negara sekitar Rp290 juta lebih,” kata Herry kepada Haluan di Simpang Ampek, Rabu.

Menurutnya, tersangka dijerat dengan pasal 2, 3, dan 9 UU 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman minimal 4 tahun maksimal 20 tahun penjara. Penetapan sebagai tersangka berdasarkan surat Prin-43/N.323/fd.1/2012 perihal surat perintah penyidikan dan setelah penyidikan ditetapkan sebagai tersangka.

Dijelaskan, penetapan Makmur sebagai tersangka merupakan tindak lanjut dari penyegelan Kantor Walinagari oleh LSM Aliansi Peduli Nagari.

Setelah kantor disegel, Aliansi Peduli Nagari langsung melapor ke pihak kejaksaan pada tanggal 30 September 2011. Saat itu juga ada laporan dari pihak Inspektorat Pasaman Barat berdasarkan lapo­ran hasil pemeriksaan yang mene­mu­kan kerugian negara sekitar Rp191 juta.

Setelah itu, kata Herry itu, pihak kejaksaan langsung melaku­kan penyelidikan. Setelah melaku­kan pengecekan ulang, pihak kejak­saan menemukan kerugian negara Rp290 juta lebih.

“Setelah kita melakukan penge­cekan ulang dan memeriksa tersang­ka, ternyata kerugian negara lebih besar,” kata Herry.

Lebih jauh, Erman Syafrudianto mengatakan, beberapa tindakan yang dilakukan adalah dengan pembangunan kantor Badan Musya­warah (Bamus) tahun 2009 yang fiktif dengan nilai proyek Rp71 lebih. Pada tahun 2010 perbaikan lingku­ngan dan perbaikan pemukiman di beberapa jorong juga fiktif dengan kerugian negara mencapai Rp88 juta.

“Setelah dilakukan pengem­bangan menemukan stempel palsu sebanyak 17 stempel yang diguna­kan untuk membuat SPJ fiktif dan adanya satu unit kendaraan bermo­tor fiktif.  Jadi total kerugian yang kita temukan mencapai Rp290 juta lebih,” kata Erman Syafrudianto.

Terkait penahanan tersangka, pihak kejaksaan belum memastikan dan akan dilakukan secepatnya. (h/nir)

Sumber: Haluan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: