Leave a comment

Penyuap Bupati Terancam 5 Tahun


Padang, Padek—Gara-gara menyuap Bupati Pasaman Barat (Pasbar), Baharuddin R, seorang pengusaha yang juga Presiden Direktur PT Agrosari Merapi, Ridjaluddin Tamar, dipidanakan. Sidang perdana digelar kemarin (16/2) di Pengadilan Tipikor Padang.
Terdakwa diancam pidana Pasal 5 Ayat 1 huruf a dan b UU Tipikor dengan ancaman pidana maksimal lima tahun penjara.
Jaksa Erman Syafrudianto mengatakan, peristiwa penyuapan terjadi 15 Juni 2011. Saat itu, pria 77 tahun ini hendak menyuap Bupati Pasbar sebesar Rp 10 juta di rumah dinas bupati.
Aksi suap itu untuk melancarkan usaha perkebunan kopi Arabika di daerah itu. Padahal, PT Agrosari Merapi telah menelantarkan lahan yang telah diizinkan Pemkab.
Dalam pembangunan kebun plasma untuk masyarakat sebagai mitra usaha KUD Talu, PT Agrosari Merapi tidak melakukan bimbingan teknis, pengawasan dan pembinaan di lapangan.
Akibatnya, kebun tersebut tidak dapat berproduksi. Dampak lebih luas lagi, menyebabkan kredit macet. “Hingga Mei 2009, telah terjadi tunggakan Rp 9,67 miliar dan bunga Rp 4,67 miliar,” sebut Erman.
Karena ulah PT Agrosari Merapi, Bupati Pasbar meradang. Bupati kemudian melayangkan surat peringatan dua kali kepada terdakwa. Pertama, 1 Februari 2011 dan kedua, 23 Mei 2011. Alih-alih ingin menyelesaikan permasalahan ini, terdakwa malah hendak menyuap Bupati Pasbar.
Kepada bupati, terdakwa memohon agar tetap diizinkan menggarap perkebunan kopi Arabika seluas 2.000 hektare dan kakao seluas 960 hektare di Talamau, yang telantar itu.
Dia juga meminta kepada bupati agar perkebunan kopi di Tanangtalu diakui sebagai per-kebunan yang tidak ditelantarkan. Namun, bupati menolak permintaan terdakwa, karena menurut bupati, berdasarkan survei dari Dinas Perkebunan Pasbar, perkebunan kopi Arabika di Tanang Talu tersebut, memang telantar.
Saat berpamitan, terdakwa menyerahkan amplop. Setelah bupati membuka amplop, ternyata berisi uang Rp 10 juta. “Amplop ini berisi uang, saya tidak mau terima,” kata Bupati seperti ditirukan jaksa Erman. “Ambil saja untuk anak-anak,” jawab terdakwa.
Bupati pun meradang dan mengatakan, “Saya akan laporkan ke polisi.” Ketika terdakwa mengambil kembali amplop tersebut, bupati langsung ke kantor polisi melaporkan hal tersebut. (bis)

 

Sumber: Padangekspres

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: