Leave a comment

Inovasi Teknologi Pakan Berbasis Sawit di Pasaman Barat


Sumatera Barat mempunyai areal perkebunan yang luas, diantaranya kebun kelapa sawit. Kabupaten Pasaman Barat termasuk daerah penghasil sawit terbesar di Propinsi ini. Dalam praktek perkebunan kelapa sawit selain menghasilkan Tandan Buah Segar (TBS), juga berpotensi menghasilkan limbah seperti Pelepah Sawit dan Bungkil Sawit yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak sapi. Sejauh ini peternak lokal belum memanfaatkan kedua limbah tersebut sebagai pakan sapi.

Pengembangan Inovasi Teknologi Pakan Berbasis Sawit di Kabupaten Pasaman Barat ini dilaksanakan di kelompok “Saiyo Sakato” yang terletak di Nagari Kinali dengan jumlah anggota 35 Orang, terpilihnya kelompok ini setelah diadakan koordinasi dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pasaman Barat. Kelompok tani Saiyo Sakato yang di ketuai oleh Rubain ini telah memiliki prestasi sampai ke tingkat Nasional dalam bidang pertanian dan perkebunan, namun dalam hal pemeliharaan sapi masih mengandalkan cara-cara sederhana terutama dalam hal pemberian pakan sapi.

Kegiatan yang dipimpin oleh Yanovi Hendri, MSc dari BPTP Sumatera Barat telah berjalan sejak 22 Juni 2011 yang lalu menggunakan 18 ekor sapi Bali milik anggota kelompok “Saiyo Sakato”. Dari 18 ekor sapi tersebut dibagi atas tiga perlakuan yaitu; 6 ekor diberikan perlakuan pakan dengan menggunakan rumput seperti yang biasa diberikan oleh anggota kelompok, 6 ekor diberikan perlakuan pakan rumput dan 2 kg bungkil sawit, sedangkan 6 kelompok lagi diberikan perlakuan pakan rumput dan 2 kg bungkil sawit dan 4 kg pelepah sawit. Dari ketiga macam perlakuan ini nantinya akan dilihat perkembanganya, mana yang lebih efektif dan efisiean dalam meningkatkan berat badan dan reproduksi sapi.

Setelah dua minggu pengamatan, ternyata sapi yang diberikan perlakuan dengan ditambah bungkil sawit dan pelepah sawit menunjukkan peningkatan berat badan yang cukup tinggi dibanding dengan sapi yang hanya diberikan rumput biasa. Melihat perkembangan tersebut peternak cukup antusias untuk memperbaiki kualitas pakan sapi milikinya dengan pakan berbasis sawit ini. Namun kendala yang dihadapi di lapangan adalah ketersediaan bungkil sawit. Informasi yang didapatkan, bungkil sawit ini lebih banyak dimanfaatkan oleh peternak luar negeri karena kandungan nilai gizinya, oleh karena itu pabrik sawit yang ada di sekitar lokasi meng-ekspor bungkil sawit tersebut ke luar negeri. Tim BPTP Sumatera Barat menyarankan kepada pihak terkait agar mengalokasikan sebagian bungkil sawit tersebut untuk peternak lokal agar bisa diberdayagunakan dalam peningkatan mutu pakan sapi. Sedangkan untuk pelepah sawit, tersedia melimpah dan peternak tidak terlalu sulit menyediakannya dibanding dengan rumput yang menguras banyak tenaga dan waktu. (Jefrey M. Muis)

 

Sumber: Litbang/Deptan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: