Leave a comment

Cegah Alih Fungsi Lahan Pembangunan Irigasi Dipercepat


Simpangampek, Padek—Banyaknya lahan persawahan yang beralih fungsi ke tanaman lain merupakan faktor utama menurunnya produksi padi di Pasbar. Beberapa tahun belakangan, Pasbar tak lagi surplus beras. Masyarakat sebetulnya ingin bercocok tanam tapi terkadang tak tersedia pengairan yang memadai.
Masyarakat tergiur menanam sawit bukan saja karena besarnya keuntungan yang didapat tapi lambannya realisasi sejumlah proyek irigasi, termasuk irigasi Batang Batahan, Batang Bayang, Batang Tongar dan lainnya.
Sebelum sawit dikembangkan di Pasbar sebetulnya sudah lebih dulu ada perencanaan pembangunan irigasi. Tujuannya untuk mendukung proses cetak sawah baru di Pasaman Barat seperti di Kecamatan Ranahbatahan, Pasaman, Kinali, dan Lembahmelintang.
Menurut Gus Eriwarman, Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura pada Dinas Pertanian Pemkab Pasbar, areal sawah semakin berkurang. Contohnya irigasi Batang Tongar yang mulai dibangun 1985 dicadangkan untuk aliran sawah untuk 6.000 hektare lebih untuk lahan sawah, sekarang tinggal 165 hektare yang tersisa.
Mestinya keberadaan irigasi besar dapat dimanfaatkan untuk mendukung swasembada beras. Di daerah itu sudah dibangun tiga irigasi besar, irigasi Batang Bayang di Lembah Melintang, irigasi Batang Batahan di Ranah Batahan dan irigasi Tongar di Kecamatan Pasaman.
“Saat ini kita sedang mendata  setiap kejorongan, nagari dan kecamatan, terkait lahan sawah yang masih memungkinkan untuk dioptimalkan,” ujarnya. Targetnya tahun ini sudah ada data riil tentang luas lahan sawah yang masih tersisa dan potensi lahan yang bisa diubah atau dicetak menjadi sawah.
Semangat masyarakat untuk bertanam padi sebetulnya masih tinggi. Buktinya di Kecamatan Lembahmelintang, Ranahbatahan dan Gunungtuleh, kebutuhan masyarakat terhadap beras di daerah itu masih seimbang dengan produksi petani.
“Tapi untuk surplus sudah tidak bisa diharapkan lagi, kecuali pembangunan sejumlah irigasi di Pasbar bisa dituntaskan,” ujar Suyandi Handoko, wali nagari Desabaru didampingi, Saherman, M Yusuf dan Sekna, Esman.
Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sumbar Ali Musri mengatakan pihaknya terus mengebut pembangunan sejumlah irigasi di daerah . Untuk pembangunan daerah irigasi (DI) Batangbatahan dengan luas lahan 6.000 hektare tahun ini kembali dikucurkan dana sebesar Rp30 miliar. Pelaksanaan proyeknya dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai Sumatera II.
Begitu juga untuk rehabilitasi jaringan daerah irigasi (DI) Batang Bayang sudah dianggarkan dana sebesar Rp2,4 miliar. Pelaksanaanya dibawah kendali Balai Wilayah Sungai Sumatera V. Ali Musri berharap kabupaten/kota bisa meredam laju konversi lahan di daerahnya sehingga irigasi yang dibangun pemerintah tidak mubazir. (*)

 

Sumber: Padang Ekspres

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: