Leave a comment

Gelombang Air Laut Hancurkan 18 Rumah di Pasaman Barat


pasamanbaratSebanyak 18 rumah warga Jorong Pondok, Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, ambruk dihantam gelombang air laut, Kamis (8/3/2012).

Pantauan ANTARA di lapangan, warga Jorong Pondok sudah mulai mengungsi ke tempat yang aman. Hujan terus terjadi disertai badai membuat suasana semakin mencekam. Selain itu, di Muaro Sasak Jorong Pasa Lamo gelombang air laut juga naik menghantam rumah dan warung yang ada di lokasi itu.

“Gelombang air laut mulai naik pada Kamis sekitar pukul 07.00 WIB dan mulai menghantam rumah warga pada siang harinya. Saat ini warga sudah mulai mengungsi ke tempat rumah sanak familinya yang lebih aman. Sementara warga tidak pergi melaut karena tingginya gelombang air laut,” kata warga Jorong Pondok, Firma Lison kepada wartawan, Kamis (8/3/2012).

Menurutnya, rumah warga yang ambruk masing-masing milik Agus (41), Bes (38), Jon (53), Paul (62), Sarial (65), Zuar (70), Yul (70) dan Gundul (48). Tingkat kerusakannya ada sebagian yang ambruk total, rusak berat serta rusak ringan. Bagi yang rusak berat, pemilik rumah ada yang pindah sebagian ke rumah sanak familinya yang lebih aman.

“Kondisi ini sangat menakutkan karena saat ini hujan terus turun disertai badai. Mudah-mudahan air gelombang laut segera menyusut dan tidak semakin membuat warga bertambah panik,” kata Firman Lison.

Kepada pemerintah daerah, katanya, diharapkan dapat membuat krip di sepanjang bibir pantai yang ada di Jorong Pindok. Jika terus dibiarkan maka ada sekitar 114 rumah yang akan ambruk. Krip itu bertujuan dapat memecah ombak sehingga gelombang air laut tidak langsung menghantam rumah warga.

“Solusi dari abrasi pantai adalah satu-satunya hanya membuat krip jika diharapkan warga pindah maka sangat sulit karena warga yang ada sekitarnya bermata pencarian nelayan. Mereka akan tetap bertahan berdiam di tepi pantai dengan alasan lebih dekat jika ingin pergi melaut,” katanya.

Salah seorang korban abrasi pantai, Aguih (41) menyatakan pihaknya sangat berharap bantuan dari pemerintah daerah untuk membantu warga yang rumahnya dihantam gelombang air laut. Pihaknya sangat berharap krip pemecah ombak dibuat sehingga bisa meminimalisir hantaman air laut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasaman Barat, Asgiarman didampingi Kepala Dinas Sosial, Aliman Afni dan Camat Sasak, Yanuardi yang langsung turun kelapangan mengatakan pihaknya sangat prihatin dengan apa yang menimpa warga Sasak. Pihaknya sudah mensiagakan perahu karet serta beberapa personil yang akan membantu warga yang mengalami korban abrasi pantai.

“Kepada Kepala Jorong diharapkan segera membuat laporan tentang berapa rumah warga yang ambruk akibat abrasi pantai. Warga juga diharapkan tetap siaga karena hujan disertai badai terus terjadi,” kata Asgiarman.

Kepala Dinas Sosial, Aliman Afni mengatakan pihaknya langsung mendirikan tenda darurat serta membuat dapur umum jika nantinya dibutuhkan. Untuk sementara bagi warga yang ingin mengungsi dapat menempati tenda darurat jika gelombang air laut semakin tinggi.

“Untuk sementara kita mendirikan tenda dan menyiagakan personel di lokasi. Jika nantinya situasi semakin parah maka kita akan memberikan bantuan berupa sembako dan makanan lainnya,” kata Aliman Afni. (Fat/Ant)

 

Sumber: Berita8.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: