Leave a comment

Warga Pasbar Keluhkan Perbaikan Jembatan Darurat


Masyarakat Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) mengeluhkan lambatnya perbaikan jembatan darurat (Bally) yang dibangun sebagai pengganti jembatan Haluan di Jorong Nagari Lingkuang Aua, Kecamatan Pasaman yang ambruk akibat hujan deras tahun 2010 lalu.

Saat ini jembatan tersebut sedang diperbaiki dengan mengganti seluruh kayu yang dipasang sebagai landasan jembatan.

Kondisi kayu-kayu yang dipasang sebagai landasan jembatan sudah banyak patah dan rapuh sehingga harus ditukar dengan kayu-kayu yang baru. Saat ini, pihak yang berwenang kesulitan mencari kayu pengganti yang akan digunakan sebagai landasan jembatan.

Akibat belum selesainya perbaikan jembatan tersebut, hubungan transportasi Padang-Simpangampek atau sebaliknya menjadi terganggu. Jalur transportasi terpaksa dialihkan melalui jalur alternatif melalui jalur Simpangtiga-Kapar untuk menuju Padang atau sebaliknya. Serta jalur Panti-Pasaman atau sebaliknya.

Al, salah seorang pengguna jalan menuturkan kepada koran ini sangat mengeluhkan lambatnya perbaikan jembatan darurat tersebut. Pasalnya, jarak tempuh yang harus dilaluinya setiap hari dari daerah Jambak, Kecamatan Luhak Nanduo menuju Simpangampek bertambah lama, karena harus memutar melalui jalur alternatif Simpangtigo-Kapar.

“Kami berharap, jembatan ini dapat segera diperbaiki. Karena sangat mengganggu aktifitas transportasi,” harapnya.

Hal yang sama juga dikemukakan pengguna jalan lainnya, Azwin. Lambatnya proses perbaikan jembatan darurat sangat mengganggu aktifitasnya sehari-hari yang harus menempuh jalur alternatif.

Akibatnya, waktu tempuh untuk menuju tempat kerjanya menjadi bertambah lama. Jika biasanya, dia membutuhkan waktu sekitar 10 menit menuju tempat kerjanya di RSUD Jambak, kini harus menempuh perjalanan selama 30 menit.

Menanggapi hal ini, PPK wilayah 02 Sumbar, pemeliharaan jalan dan jembatan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sumbar, Iwang Patria saat dikonfirmasi koran ini mengatakan pembangunan jembatan Batang Haluan di Jorong Nagari Lingkuang Aua, Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat  (Pasbar) yang merupakan jembatan penghubung antara Padang-Simpangampek akan dilanjutkan pembangunannya tahun 2012 ini.

Diperkirakan April, pengerjaan pembangunan jembatan Haluan sudah mulai dilaksanakan. Pasalnya, saat ini kelanjutan pembangunan jembatan itu masih dalam tahap pelelangan/tender. Pemerintah propinsi mengganggarkan dana sebesar Rp2,5 milyar untuk penyelesaian pembangunan jembatan tersebut.

Pembangunan jembatan Haluan tahap I sudah dikerjakan tahun 2011 lalu dengan menghabiskan anggaran sekitar Rp7 M. Meski jembatan tersebut sudah bisa dilalui oleh kendaraan roda dua, namun jembatan itu hingga sekarang belum sepenuhnya rampung 100 persen.

Proses pembangunan jembatan tinggal melakukan pemasangan tiang-tiang jembatan beserta pelengkap jembatan yang lainnya, sedangkan lantai jembatan telah selesai dibangun.

“Mudah-mudahan, jika proses tender selesai dalam 1 bulan ini, direncanakan April, kelanjutan pembangunan jembatan sudah bisa dimulai. Proses pengerjaannya memakan waktu 240 hari kelender,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Pasbar, Reflin membenarkan kondisi jembatan darurat saat ini harus segera diperbaiki karena kayu-kayu tersebut sudah banyak yang patah dan rapuh. Jika kondisi ini dibiarkan, maka akan mengancam keselamatan para pengendara yang melintasi jembatan tersebut.

Perbaikian jembatan darurat tersebut adalah untuk memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi para pengendara. Karena itu, pihaknya melakukan perbaikan jembatan dengan mengganti kayu-kayu yang patah dan rapuh.

“Kalau tidak segera diperbaiki dan diganti kayunya, maka dikhawatirkan kayu-kayu tersebut tidak kuat menahan beban kendaraan dan akibatnya kendaraan bisa terperosok dan jatuh ke sungai,” ujarnya.

Seperti yang pernah diberitakan koran ini sebelumnya, jembatan Batang Haluan yang terletak di Jorong Nagari Lingkuang Aua, Kecamatan Pasaman Pasbar merupakan jembatan penghubung antara Padang-Simpangampek ambruk akibat hujan deras tahun 2010 lalu. Sebagai penggantinya pemerintah membangun jembatan darurat (Bally) sebelum dibangun jembatan yang permanen di daerah tersebut. (eri/roy)

 

Sumber: PadangToday

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: