Leave a comment

Kala Kampung Nelayan Sasak Terancam Abrasi


Pasamanbarat – Bupati Pasaman Barat (Pasbar), Baharuddin R angkat tangan mengatasi terjangan abrasi di kampung nelayan Sasak. Rumah warga banyak rusak. Jiwa warga desa nelayan itu terancam.

“Terus terang mengatasi sendiri kami tidak sanggup, karena kondisi keuangan kabupaten tak memadai,” katanya saat mengunjungi daerah Sasak Kecamatan Sasak Ranah Pesisir, Minggu (11/3) pagi.

Penanganan abrasi pantai di pesisir Barat Pasbar ini harus kerja bareng. “Dana harus sharing dari provinsi hingga pemerintah pusat,” ujar dia.

 

Sasak diterjang abrasi selama dua hari berturut-turut berdampak 22 rumah nelayan rusak berat. “Sebanyak 128 rumah lagi harus segera dicarikan relokasi, kalau tidak serangan abrasi satu kali lagi rumah warga makin banyak rusak berat.”

 

Pemkab Pasbar siap untuk lokasi relokasi rumah nelayan itu. “Tapi untuk membangun rumah warga jelas kami tidak mempunyai anggaran cukup. Saya minta pemerintah provinsi dan nasional mau tanggung renteng soal ini, karena menyangkut keselamatan warga negara.”

Dari pantauan Jurnal Nasional di daerah abrasi itu, bibir pantai terkikis air laut sudah 15 meter ke daerah pantai. “Bahkan, ada air laut sudah menjangkau rumah warga,” kata Leman, warga setempat.

 

Data Kepala Dusun Firman, terdapat 84 rumah warga fondasi berada di bibir tebing pantai. “Jika tidak segera direlokasi tinggal menunggu rumah itu ambruk, kalau yang 23 unit lagi sudah pasti setiap ombak besar, yang punya rumah terancam keselamatan jiwanya.”

Bahkan sejak cuaca ekstrem di daerah itu setiap malam sebagian warga pindah tidur ke rumah warga lain. “Ada 10 kepala keluarga yang setiap malam saat cuaca buruk harus pindah tidur ke rumah warga lain,” ucap Firman.

 

Saat terjangan abrasi pantai Kamis malam kemarin, ada 10 rumah warga ambruk. “Saat ini warga ditampung di lokasi tinggal sementara yang serbaketerbatasan.” Baharuddin berharap, pemerintah Sumatera Barat (Sumbar) dan Pusat mau turun tangan menyikapi kondisi daerah Sasak ini.

“Serangan abrasi akan sering terjadi ketika cuaca tidak menentu saat ini. Kondisi bencana abrasi di sini sebetulnya lebih parah dibandingkan galodo di Pasaman dan Malalo, tapi sampai hari ini kami seperti dibiarkan sendiri.”

 

Anggota DPRD Sumbar asal Pasbar, Muzli M Nur mendesak Gubernur Sumbar tidak pilih kasih menyikapi daerah bencana. “Saya mendukung penyataan siaga bencana sampai akhir Maret dari Gubernur, tapi perhatian atas daerah bencana juga harus sama, Gubernur harus bantu segera bantu daerah Sasak yang diterjang Abrasi kemarin itu.” Adrian Tuswandi

 

 

Sumber: Jurnal Nasional

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: