Leave a comment

Relokasi Bertahap Warga di Daerah Rawan Tsunami


Padang, (ANTARA) – Anggota Komisi III Bidang Pembangunan DPRD Sumatera Barat Zulkifli Jailani meminta pemerintah provinsi dan kabupaten/kota yang wilayahnya berada di pesisir pantai rawan bencana tsunami melakukan relokasi penduduknya secara bertahap sebagai satu langkah mengurangi risiko bencana.

‘Kita sadari biaya relokasi ratusan ribu warga yang bermukim di kawasan pesisir pantai yang rawan tsunami itu cukup besar, karena itu dilakukan secara bertahap dan diharapkan juga mendapat dukungan pemerintah pusat,’ katanya kepada ANTARA di Padang, Sabtu (10/3).

Ia menyampaikan hal itu menanggapi kondisi wilayah pantai barat Sumatera yang berdasarkan hasil penelitian sejumlah ahli geologi rawan bencana gempa diikuti tsunami.

Dia menyebutkan, hasil penelitian para ahli tersebut seharusnya disikapi dengan peningkatan kesiagaan dan mengupayakan pengurangan risiko bencana sejak diri, termasuk dengan merelokasi warga di pesisir pantai secara bertahan ke wilayah zona hijau (aman).

Menurut dia, relokasi warga pesisir ini harus didahului dengan sosialisasi yang kontinu, sehingga warga akan suka rela meninggal pemukimannya di daerah rawan dan bersedia pindah ke zona hijau.

Ia menambahkan, dengan relokasi ini maka daerah-daerah pesisir yang ditinggalkan warga selanjutnya hanya diizinkan untuk pembangunan bangunan bertingkat tinggi dan aman dari guncangan gempa berkekuatan 9,0 SR.

Bangunan itu bisa dalam bentuk hotel dan kawasan wisata yang sekaligus dapat dijadikan shelter (tempat mengungsian) jika terjadi tsunami, katanya.

Berdasarkan data Biro Pusat Statistik (BPS) Sumbar, pada akhir 2011 menyebutkan sebanyak 921.349 orang warga di tujuh kabupaten/kota di provinsi ini terancam jiwanya jika terjadi bencana tsunami.

Tujuh daerah yang berada di pesisir pantai Barat yang rawan tsunami itu yakni, Kabupaten Pesisir Selatan, Padang Pariaman, Agam, Pasaman Barat, Kepulauan Mentawai, Kota Padang dan Pariaman.

Data itu merinci, di Pesisir Selatan terdapat 10 kecamatan dengan 57 nagari (desa) yang berada di pesisir pantai Barat dengan jumlah rumah tangga 55.913 kepala keluarga (KK) dan warga terancam jiwanya mencapai 245.916 orang.

Kemudian di Padang Pariaman terdapat enam kecamatan dengan sembilan nagari yang berada di kawasan pesisir Pantai dan terdapat 44.159 KK serta jumlah warga terancam jiwanya sebanyak 24.861 jiwa.

Lalu di Agam terdapat satu kecamatan dengan tiga nagari di pesisir pantai Barat dengan 26.053 KK serta 20.644 orang terancam jiwanya.

Berikutnya di Kabupaten Pasaman Barat ada lima kecamatan dengan 12 nagari di pesisir pantai Barat dan ada 18.047 KK serta 78.782 warga yang terancam jiwa jika terjadi tsunami.

Di Kabupaten Kepulauan Mentawai ada empat kecamatan dengan 33 desa di kawasan pesisir pantai dan terdapat 70.628 KK serta 17.313 warganya terancam jiwanya jika tsunami terjadi.

Selanjutnya, Kota Padang terdapat delapan kecamatan dengan 78 kelurahan berada pada pesisir pantai dan 120.010 KK serta 508.804 warga terancam jiwanya.

Di Kota Pariaman terdapat tiga kecamatan dengan 51 kelurahan di pesisir pantai dan terdapat 50.338 KK serta 25.029 warga yang terancam jiwanya jika terjadi tsunami. (antara-sumbar.com)

 

 

Sumber: sumbarprov.go.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: