Leave a comment

BBM Langka di Pasbar


PASBAR, HALUAN — Meski  kenai­kan harga bahan bakar minyak (BBM) oleh pemerintah masih rencana, tetapi di ber­bagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Pasa­man Barat, BBM baik jenis  premium maupun solar sudah langka.

Berdasarkan pantauan Ha­luan pada beberapa SPBU di Pasaman Barat di antaranya di SPBU, Simpang Ampek,  Kinali, Sariak Air Balam, dan SPBU lainnya terlihat kelang­kaan BBM.

Dampak dari kelangkaan bahan bakar ini,  para pengen­dara sepada motor dan mobil terpaksa membeli pada peda­gang eceran dengan harga mahal berkisar dari Rp7.000 – Rp8.000 per liter.

Suryadi (38), salah seorang  warga Simpang Ampek kepada Haluan Selasa (13/3) mengeluhkan langkanya BBM di Pasaman Barat sedang pengumuman dari pemerin­tah tentang kenaikan BBM belum ada, tetapi BBM sudah langka duluan.

Sejumlah pedagang kios minyak bensin, dipinggir jalan justru memanfaatkan momen kelangkaan ini dengan menjual bensin dengan harga mahal, sampai Rp7000 s/d Rp8000.

Oleh karena itu Suryadi mempe­r­tanyakan pengawasan dari peme­rintah daerah dengan kelangkaan BBM dimaksud.

Dia meminta persoalan lang­kanya minyak bensin dan solar di SPBU Pasbar, agar pemerintah daerah melakukan pengawasan terhadap para pegawai SPBU yang mau menerima para pedagang eceran yang mengunakan jerigen untuk membeli BBM harus dibatasi.

Pendapat senada juga dikatakan oleh Hendri (37) warga.  Dia juga berharap pemerintah melakukan pengawasan sehingga tidak ada permainan mata antara pedagang kios dengan petugas SPBU.

Dia pernah melihat petugas SPBU melancarkan aksi main mata itu  pada malam hari dengan  pedagang kios.

“Modusnya   para pembeli yang mengunakan jerigen sedari,  sore sudah menumpuk dijerigennya si SPBU dan tengah malam baru giliran mereka lah yang dilayani oleh petugas SPBU dengan perjan­jian satu jerigennya harus dibayar sekitar Rp 5000.” sebut Hendri.

Diperkirakan dalam satu ma­lam­nya ada  ribuan jeriken yang sudah antre pada setiap SPBU di Pasbar yang menyebabkan SPBU langka.

Sementara itu petugas SPBU ketika ditanya menyatakan stok bahan bakar jenis premium habis, karena sejak pagi kendaraan yang membeli bahan bakar cukup banyak dan antre. “Dua hari belakangan ini terjadi antrian kendaraan bermotor yang ingin membeli premium bahkan banyak yang pakai jerigen,”kata salah seorang petugas SPBU yang enggan disebutkan namanya.

Menurutnya, habisnya keterse­diaan premium di SPBU Simpang Empat dikarenakan terlambat masuknya jatah BBM Padang. Padahal katanya kebutuhan rata-rata setiap harinya satu tangki premium. “Kami juga tidak menge­tahui kenapa tangki premium terlambat kedatangannya ke Sim­pang­empat,”ujarnya.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Pasaman Barat Abdi Surya mengatakan, kejadian habisnya stok minyak bensin di beberapa SPBU di Pasbar menang bukan hal yang baru lagi.

Dia menyebut kelangkaan itu adalah dari ulah para petugas SPBU yang lebih mau melayani para pembeli dengan mengunakan jerigen dari pada kendaraan.

Dia juga tak menampik ada dugaan permainan mata antara pedagang kios dengan petugas SPBU.

Seharusnya pihak SPBU harus mengacu pada peraturan Presiden RI NO.22 tahun 2005 tentang harga jual eceran bahan bakar minyak dalam negeri.

Dalam surat edaran ini sudah jelas bahwa BBM yang ada di SPBU hanya diperuntukkan pada tranportasi dan usaha kecil dengan ketentuan sebgai berikut, bagi Usaha Kecil hanya di perbolehkan sekitar 160 liter perorangnya, juga tetap memproritaskan para pengen­dara bermotor.” jelasnya.

Disebutkan, para usaha kecil ini juga diwajibkan memiliki izin dari Dinas Koperindag setempat dan juga SPBU dilarang mem­berikan bahan bakar minyak pada usaha kecil melebihi dari 160 leter tadi walaupun ada surat dari Koperindag serta apabila kedapatan bagi SPBU yang melangkar keten­tuan itu akan diberikan sangsi sesuai dengan aturan yang berlaku.

Bagi Abdi Surya, dalam menin­dak permasalahn ini, pihaknya  bukannya tidak mau membantu persoalan kelangkaan BBM dimak­sud, tetapi selama ini tidak ada surat atau mohon bantuan dari dinas terkait untuk pengamanan pada setiap SPBU di Pasbar.

“Dengan tidak ada perintah dari atasan saya dalam hal ini Bupati maka pihaknya tidak bisa lansung saja melakukan penindakan pada SPBU,” terang Abdi Surya. (h/nir)

 

 

Sumber: Harian Haluan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: