Leave a comment

Korban Abrasi Minta Rumah


Pasbar, Singgalang
Gubernur Irwan Prayitno meninjau lokasi bencana abrasi pantai di Jorong Pondok Sasak Ranah Pasisie, Pasaman Barat, Selasa (13/3). Dia prihatin melihat kondisi korban abrasi pantai yang meluluhlantakan 24 rumah dan 142 rumah terancam.
Gubernur bersama Ketua Komisi II DPRD berdialog dengan korban bencana abrasi pantai. Korban bermohon kepada pemerintah membantu membangunkan rumah permanen.
Gubernur menyerahkan bantuan Rp230 juta kepada warga korban abrasi di Jorong Pondok.
Selain itu, juga mengangarkan Rp10 miliar untuk membangun grip pemecah ombak di sepanjang pantai Sasak pada tahun ini.
“Bantuan bentuk perhatian pemerintah provinsi kepada korban abrasi. Sebanyak Rp50 juta kita serahkan tunai dan Rp180 juta diberikan dalam bentuk logistik seperti beras, mie, biskuit dan makanan kebutuhan lainnya,” kata Irwan Prayit-no.
Korban abrasi masih tinggal pada tenda darurat di sepanjang pantai. Warga masih tetap bersiaga, baik siang maupun malam.
Menurut Irwan Prayitno, bantuan tersebut diberikan kepada korban abrasi bagi 24 rumah yang mengalami rusak berat.
Selain itu, 142 rumah terancam dan sebaiknya dipindahkan (relokasi-red) secepatnya. Jika tidak pindah, gelombang air laut akan selalu mengancam warga yang tinggal di bibir pantai karena air laut sudah berada pada pondasi rumah.
“Untuk relokasi kita berkoordinasi dengan Pemkab Pasbar dengan mencarikan lokasi baru. Relokasi akan kita lakukan secara bertahap disesuaikan dengan anggaran,” sebut Irwan.
Pembangunan grip pemacah ombak pada tahun ini dianggarkan Rp10 miliar gabungan dari dana APBD dan APBN. Direncanakan grip dibuat sepanjang enam kilometer sepanjang Pantai Sasak sehingga ombak tidak langsung menghantam perkampungan warga.
Ketua Komisi II DPRD , Zulkenedi Said yang ikut meninjau korban abrasi menyatakan pembangunan batu grip di sepanjang pantai Sasak harus diperbanyak.
Tahun ini hanya 7 batu grip yang dibangun, seharusnya diperbanyak karena ratusan rumah berada di tepi pantai.
Pemprov dan Pemkab Pasbar diharapkan segera merelokasi warga yang di sepanjang pantai Sasak. Jika dibiarkan akan mengancam keselamatan ratusan jiwa.
“Pemerintah daerah harus menyediakan lokasi yang tidak terlalu jauh dari pantai karena warga bermata pencarian sebagai nelayan,” katanya.
Sekretaris Daerah Pasaman Barat, Yulrizal Baharin menyatakan sangat berharap bantuan pemerintah pusat dan provinsi dalam rangka mempercepat penanggulangan abrasi, khususnya untuk membangun batu grip pemecah ombak. (212)

 

Sumber: Harian Singgalang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: