Leave a comment

Polres Pasaman Amankan 3,8 Ton BBM Timbunan


Simpang Ampek, Sumbar 15/3 (ANTARA) – Jajaran Kepolisi Resor Pasaman Barat, Sumatera Barat, berhasil mengungkap penimbunan bahan bakar minyak (BBM) sebesar 3.800 liter (3,8 ton) di tiga rumah warga di Aia Balam, Kecamatan Koto Balingka, Kamis sore.

Kapolres Pasaman Barat AKBP Prabowo Santoso, Sik didampingi Kasat Reskrim Iptu Burrahim Boer dan Kasat Intel AKP Andi Pramudya, Sik di Simpang Ampek, Kamis, menyebutkan selain mengungkap penimbunan BBM, pihaknya juga menangkap tiga pelaku penimbunan, yakni Efendi (35), Indra Yadi (43) dan Anita (50).

Penimbunan BBM itu berhasil ditangkap di rumah masing-masing yang berada di depan stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) Aia Balam yang berjarak sekitar 70 kilometer dari Simpang Ampek.

Penangkapan tersebut berawal informasi dari masyarakat dan hasil penyelidikan jajaran Polres Pasaman Barat.

Saat penggerebekan, di rumah Effendi ditemukan 10 jerigen jenis premium.

Kemudian petugas bergerak ke rumah Indra Yadi yang berada di sebelahnya dan mendapati 25 jerigen berisikan solar, 62 jerigen premium dan satu drum solar berisikan 220 liter.

Selanjutnya petugas langsung bergerak ke rumah Anita yang berada di seberang jalan atau di samping SPBU. Di tempat Anita, polisi berhasil mengamankan barang bukti 20 jerigen premium.

Setelah itu, petugas juga bergerak ke sekitar rumah yang ada di sekeliling SPBU dan menemukan ratusan jerigen yang kosong untuk melangsir BBM yang sudah diperoleh.

Petugas juga menemukan drum dan tanki olahan untuk melangsir BBM pada SPBU.

Tangki olahan itu dibuat sedemikian rupa dan dinaikkan ke atas mobil seolah-olah itu adalah tanki mobil. Setelah itu, isi tanki dipindahkan ke jerigen yang sudah disiapkan sebelumnya.

Pantauan ANTARA, rumah warga yang berada sekitar SPBU sering digunakan untuk penimbunan BBM. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya jerigen kosong di rumah warga.

“Masing-masing jerigen ada yang berisikan 20 liter sampai 35 liter. Saat ini barang bukti beserta ketiga tersangka kita amankan di Mapolres. Ketiga tersangka dijerat Undang-Undang Migas nomor 22 tahun 2001 dengan ancaman minimal 5 tahun,” kata Kapolres.

Ditambahkan Kasat Reskrim Iptu Burrahim Boer, penimbunan BBM diperkirakan sudah berlangsung sejak satu minggu yang lalu dan diduga dijual ke daerah Madina Sumatera Utara.

Bahkan, tambah dia, pembelian BBM menggunakan jerigen sudah diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup) Pasaman Barat dimana pembelian hanya diperbolehkan 40 liter atau dua jerigen.

Pembelian di atas 40 liter, menurut dia, sudah menyalahi apalagi sudah menimbun. Selain menyalahi aturan, penyimpanan BBM dalam rumah juga sangat membahayakan warga di sekitar karena rawan kebakaran.

Selanjutnya, Polres Pasaman Barat akan menempatkan petugas di masing-masing SPBU untuk mengawasi aktifitas pembelian BBM.

“Menjelang kenaikan BBM ini, sangat rawan terjadinya penimbunan BBM untuk itu kita akan siagakan petugas,” katanya.

 

 

Sumber: Antarasumut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: