Leave a comment

Distamben Pasbar: Izin Operasi Spbu Aia Balam Bisa Dicabut


pasamanbarat – Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat sedang mengkaji kemungkinan mancabut izin SPBU Aia Balam Kecamatan Ranah Batahan, setelah Polisi berhasil mengungkap kegiatan penimbunan 3,8 ton BBM pada Kamis (15/3/2012).

“Kita akan membuat laporan ke pihak Pertamina pasca terungkapnya penimbunan BBM pada rumah warga yang ada di sekitar SPBU itu. Tanpa adanya kerja sama antara warga dengan oknum atau pengelola SPBU, tidak akan ada pembelian BBM menggunakan jerigen begitu besarnya,” kata Kepala Distamben Pasaman Barat, Faizir Djohan, Jumat (16/3/2012).

Menurutnya, pihaknya menunggu hasil kajian Pertamina Cabang Padang Region 1 tentang putusan mengenai SPBU yang bernomor 14.263.535 tersebut. Apalagi, jelas-jelas tiga tersangka penimbunan BBM mengunakan jerigen membelinya dari SPBU Aia Balam.

“Kemungkinannya izin bisa dicabut atau kembali menutup distribusi penyaluran BBM pada SPBU Aia Balam itu,” ujar Faizir Djohan.

Seperti diketahui, kata Faizir, SPBU Aia Balam pada tanggal 2 sampai 8 Agustus 2011 pernah distop penyaluran BBM-nya oleh pihak Pertamina. Waktu itu, SPBU Aia Balam terbukti menjual BBM dalam jumlah besar kepada pembeli menggunakan jerigen. Hal itu sesuai dengan surat nomor 237/F31230/2011-S3 tentang surat peringatan pertama kepada SPBU Air Balam 14.263.535 telah terbukti menjual BBM kepada pembeli menggunakan jerigen.

Dalam surat tersebut dijelaskan, berdasarkan pantauan tim dari PT Pertamina (Persero) bagian Fuel Retal Marketing Region I Sumbar tangal 15 Juli, ditemukan penjualan BBM dengan menggunakan jerigen dalam jumlah besar yang tidak disertai dengan surat rekomendasi dari dinas terkait.

Bertolak hal itu semua dan seringnya SPBU Aia Balam menjual kepada pembeli memakai jerigen, maka pihak Pertamina tidak menutup kemungkinan akan mencabut izin SPBU itu.

“Menjual BBM menggunakan jerigen dalam jumlah besar sudah sering dilakukan SPBU Aia Balam, maka kita bersama Pertamina akan membuat sanksi tegas bisa dicabut izinnya atau distop distribusinya. Nanti saja kita lihat,” katanya.

Distemben Pasaman Barat tidak menutup kemungkinan ada permainan antara pembeli dengan oknum petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Aia Balam Kecamatan Ranah Batahan.

Dijelaskan Faizir, pada pertemuan dengan unsur terkait pada tanggal 13 Maret 2012 di Kantor Bupati Pasaman Barat dibuat kesepakatan bagi pengendara sepeda motor hanya diperbolehkan mengisi BBM sebanyak Rp20 ribu, kendaraan roda empat diperbolehkan mengisi Rp100 ribu perharinya.

Sedangkan untuk para pengecer yang mengunakan jerigen hanya diperbolehkan sekitar dua jerigenen atau sebanyak 40 liter perharinya. Namun harus memiliki surat rekomendasi dari camat setempat untuk pengambilan BBM dan hasil kesepakatan itu akan dipasang pada SPBU yang ada di Pasaman Barat.

Apabila ditemukan penyelewengan atas kesepakatan, maka tim yang terdiri dari, Pol PP, Polres dan unsur terkait akan menindak tegas dan dijerat dengan pidana UU nomor 22 tahun 2001 pasal 53 poin C tentang Minyak dan Gas Bumi dengan denda Rp30 miliar.

“Kita menyayangkan tindakan warga dan SPBU yang membiarkan penjualan BBM dalam jumlah besar menggunakan jerigen, padahal sudah ada dibuat kesepakatan,” ujarnya.

Sebelumnya, jajaran Polres Pasaman Barat yang terdiri dari Satuan Reskrim, Satuan Intel dan Polsek Sungai Beremas berhasil mengamankan BBM jenis premium dan solar sebesar 3.800 liter atau 3,8 ton pada tiga rumah warga di Aia Balam Kecamatan Koto Balingka, Kamis (15/3/2012) sore.  (*)

 

 

Sumber: sitinjaunews

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: