Leave a comment

Korban Dibantu Rp25 Juta Setiap Rumah


ABRASI PANTAI SASAK

Pasbar, Haluan — Korban terjangan ombak dan abrasi pantai yang terjadi di Jorong Pondok Nagari Sasak, Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, Kabupaten Pasaman Barat beberapa waktu lalu menerima bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat sebesar Rp25 juta per rumah sebagai bantuan stimulus.

Pada Minggu (18/3) Direktur Tanggap Darurat BNPB Pusat  Harmensyah didampingi Kepala BPBD Pemkab Pasbar Asgiar­man melakukan peninjauan langsung ke lokasi rumah korban abrasi pantai yang terjadi di Jorong Pondok, Sasak Ranah Pasisie.

Sebanyak 142 yang kena abrasi harus direlokasi (di­pindah­­kan) karena berada di zona  garis merah ke kawasan lain yang lebih aman guna mengantisipasi terjadi bencana abrasi susulan yang suatu ketika bisa terjadi.

“ BNPB  siap membatu secara stimulus maksimal plafon Rp25 juta per satu rumah. Bantuan akan diberikan setelah selesai dilakukan pendataan  oleh BPBD Kabupaten Pasaman Barat,” kata Harmensyah kepa­da Haluan, Minggu (18/3) di Sasak.

Harmensyah menjelaskan,  BNPB dengan anggaran yang tersedia siap membantu bencana abrasi yang terjadi di Sasak. Untuk itu, ia meminta agar pemerintah daerah melakukan verifikasi dan pendataan terha­dap rumah korban yang ambruk akibat  terjangan ombak sesegera mungkin.

“Sekarang masih tahap verifi­kasi berapa rumah yang kena korban abrasi. Yang penting saya tekankan agar  masyarakat secepatnya tertangani jangan ada yang terlalaikan,” ujar Harmen­syah.

Tampak hadir dalam peninjauan itu Kadis PU Reflin, Kadis Sosial dan Tenaga Kerja Afliman Afni, sejumlah pejabat dari kabupaten tetangga Pasa­man, di antaranya M. Nasir, Kepala BPBD Pasaman, Ewila Kepala Dinas PU Pasaman, dan sejumlah pejabat lainnya.

Dia mengaku BNPB mempunyai perhatian besar terhadap musibah di Pasaman Barat dibuktikan dengan turunnya tim ke lokasi. Begitu juga daerah lainnya yang kena bencana di Indonesia.

“Namanya Badan Nasional, jadi wilayahnya dari Sabang sampai Marauke. Kita siap mem­perhatikan sepenuh hati. Untuk kebutuhan dasar, rumah layak huni dengan sejumlah kamar, tetapi kalau lebih bagus ya dikembangkan lagi oleh masya­rakat. Tetapi dengan syarat tanah harus disediakan oleh masyarakat bersangkutan,” kata­nya.

Disebutkan, pemerintah  akan membantu membangunkan rumah tetapi tidak boleh di di jalur zona rawan bencana atau garis merah yang berada di pinggir pantai. “Kalau membangun di jalur rawan, kita tak akan membantu,” tegas Harmensyah.

Ia meminta agar pemerintah daerah mengatasi dulu untuk kebutuhan dasar warga yang terkena bencana itu.

Ketika ditannya kemana warga akan dipindahkan, Harmen­syah  menyerahkan kepada ninik mamak dan pemerintah kecamatan untuk memusyawarahkan.

“Yang pasti kita  tidak akan merelokasi warga yang begitu jauh dari tempat mata pencariannya. Kita tak mungkin memisahkan masyarakat dari tempat mata pencariannya. Ya musyawarah dengan ninik mamak, walinagari dan jorong setempatlah yang akan mencarikan lokasinya,” katanya.

Di tempat yang sama Kepala BPBD Pasbar, Asgiarman menje­l­askan, jika hanya Pemkab Pasbar saja menangani bencana alam ini tidak akan mampu karena keterbatasan anggaran. Untuk itulah dia berterima kasih kepada  BNPB yang punya perhatian penuh menangani  infrastruktur rusak termasuk rumah warga yang hilang dan rusak.

“Kita ingin agar persoalan korban abrasi ini tetap tuntas. Untuk itulah kita selalu koordi­nasikan dengan provinsi dan pusat,” kata Asgiarman.

Kadis Sostransnaker, Aliman Afni mengatakan, pihaknya sudah mendirikan tenda darurat dan dapur umum sejak terjadi­nya abrasi pantai. Tujuannya, warga dapat mengungsi ke tenda darurat jika gelombang air laut semakin tinggi.

“Kita juga sudah siapakan personil untuk membantu korban abrasi dan mudah-mudahan nelayan juga saya lihat sudah ada yang melaut,” kata Aliman Afni, didampingi Camat Sasak, Yanuardi

Walinagari Sasak, Arman menambahkan, akibat ketinggian ombak yang mencapai lebih 2 meter selama satu malam awal­nya terjadi Rabu (7/3) lalu hingga Kamis malam, ratusan rumah warga terancam runtuh. “Ada rumah warga terkikis habis, ada juga sebagian rumahnya terpo­tong.”

Kepala  Dinas Pekerjaan Umum Pasbar, Reflin ketika ditanya Haluan menyebutkan  kejadian itu mengundang perha­tian semua warga, termasuk Pemda Pasbar. Dalam bulan ini akan dibangun batu untuk meme­cah dan menahan ombak.

“Ya, tender di PSDA Provinsi untuk memmangun batu krib telah tuntas, dan mungkin pihak provinsi akan datang ke Pasbar hari ini (Senin,19/3) untuk meng­koor­dinasikannya,” jelas Reflin. (h/nir)

sumber: haluan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: