Leave a comment

BNPB Bangun 142 Unit Rumah di Sasak


pasamanbarat — Tak perlu menanti lama, masyarakat yang menjadi korban abrasi pantai Sasak Ranah Pesisir, Kabupaten Pasaman Barat segera dapat membangun rumahnya kembali.

Badan Nasional Penang­gulangan Bencana (BNPB) telah mengucurkan dana sebesar Rp4,48­ miliar untuk pembangunan 142 unit rumah yang mengalami rusak berat.

Direktur Bantuan Darurat BNPB, Ir.Harmensyah kepada wartawan usai penyerahan dana bantuan bagi korban abrasi pantai ini Senin (26/3), di kantor BPBD Sumbar mengatakan, dana ini hendaknya dapat diman­faatkan sebaik-baiknya dan tepat sasa­rannya untuk perbaikan rumah. Bukan untuk keperluan lainnya, seperti mem­beli motor baru.

Untuk itu, Pemkab Pasaman Barat mesti mengawal proses pelaksanaannya dan hendaknya selalu berkoordinasi dengan Pemprov Sumbar. Begitu pula dengan mekanisme penyaluran dana bantuan, pemerintah daerah dapat meniru proses yang telah berjalan di daerah lain atau menentukan sendiri mekanis­menya.

“Dana bantuan ini hendaknya benar-benar tepat sasaran, untuk pembangunan rumah masyarakat yang rusak akibat abrasi pantai, dan bukan untuk keperluan lainnya seperti membeli sepeda motor,” ujar Harmensyah saat menyerahkan dana bantuan tersebut kepada Kepala BPBD Sumbar Yazid Fadhli.

Kemudian Yazid menyerahkan langsung dana bantuan tersebut kepada Sekdakab Pasaman Barat, Drs.Yulrizal Baharin didampingi Kepala BPBD Asgiar­man. Setiap KK mendapatkan bantuan Rp25 juta sebagai dana stimulus.

Menurut Yulrizal, pihaknya sudah menyediakan lahan untuk pembangunan kembali rumah masyarakat yang terkena abrasi di Padang Belimbing pada lahan seluas 6,5 hektar. Kawasan ini memang diperuntukkan sebagai lokasi pemukiman penduduk. Bila dihitung-hitung, untuk mem­bangun 1 unit rumah yang layak bagi keluarga nelayan mencapai Rp50 juta.

“Kita akan manfaatkan ban­tuan BNPB ini dengan sebaik-baiknya. Dana Rp25 juta yang dipatok per KK merupakan dana stimulus dan diharapkan masya­rakat dapat berkreasi untuk melanjutkannya. Sedangkan bantuan dari pemerintah daerah, masih akan dibicarakan lagi dengan anggota dewan,” katanya.

Yang jelas, kata Asgiarman, dana tersebut akan segera diman­faatkan selama masa tanggap darurat ini. Awalnya masa tang­gap darurat ditetapkan 7-22 Maret  . Kemudian diperpanjang hingga 30 April mendatang. Dan selama waktu itu, pihaknya akan mempersiapkan lahan sebagai lokasi pembangunan rumah dan penentukan mekanisme penya­luran bantuan.

Selanjutnya Harmensyah mengingatkan, setiap kali terjadi bencana hendaknya instansi terkiat segera melaporkan ke BNPB. Memang tidak semua bencana yang terjadi dapat dibantu BNPB karena bukan termasuk kategori bencana yang ditangani BNPB, tetapi ketika menyangkut kemanusiaan dan hajat hidup orang, seperti abrasi pantai ini, BNPB akan turun tangan membantu.

Pasang Krib

Harmensyah juga menutur­kan, relokasi warga merupakan salah satu syarat penyaluran bantuan. Sebab lokasi lama sangat tidak layak lagi. Ombak telah mengikis habis rumah-rumah yang berada di sepanjang panjang hingga radius 17,5 meter ke arah daratan.

“Lokasi itu memang rawan abrasi dan mesti dikosongkan. Di sepanjang pantai tersebut harus dipasang pengaman pantai atau groin pantai, sepertu batu krib. Groin ini berfungsi tidak hanya sebagai pemecah ombak tetapi juga menangkap pasir,” katanya.

Pihaknya berharap, pemerin­tah daerah tidak membiarkan lagi warganya untuk suatu saat bermukim di kawasan ini. (h/vie)

 

Sumber: Harian Haluan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: