Leave a comment

Masyarakat Makin Resah


pasamanbarat.wordpress.com – Masyarakat semakin resah, aktifitas penambang emas secara ilegal makin banyak di Pasaman Barat. Sebelumnya hanya puluhan, kini sudah ratusan.

MERESAHKAN

Aktifitas tersebut terkuak dari Walinagari Silaping sendiri. Mayoritas pemilik dompeng berasal dari Madina, Provinsi Sumatra Utara.
Akibat penambang emas secara illegal dengan dompeng tersebut, aktifitas warga bisa terganggu, air keruh, ikan mati dan warga sekitar terancam dihantam banjir besar karena sungai semakin dalam dan lebar akibat pengerukan oleh para penambang.
Walinagari Silaping, Kecamatan Ranah Batahan, Pasaman Barat, Syamsir Alam Lubis ketika dikonfirmasi Singgalang, Rabu kemarin mengatakan, penambang emas illegal sudah tidak bisa dibiarkan dan harus ditindak tegas. Dinas Pertambangan dan Energi Pasaman Barat harus bisa bersikap tegas dan turun ke lapangan untuk menertibkan penambang emas illegal itu.

“Aksi penambang emas secara illegal itu sudah berlangsung sejak tiga tahun terakhir. Di nagari yang saya pimpin saja ada 100 lebih penambang emas illegal tanpa izin,” kata Syamsir Alam yang juga mantan anggota DPRD Pasbar ini.

Menurutnya, dari 26 jorong yang ada, sekitar 20 diantaranya aktifitas penambang liar ada dan berlangsung sampai sekarang. Masyarakat sudah sering melakukan demo ke pemerintah nagari agar ditertibkan.

“Kita sudah sering memanggil kepala jorong dan pemilik tambang untuk menindaklanjuti tuntutan warga. Tapi, ketika dilayangkan surat panggilan, para pemilik tambang tidak pernah datang, dan larangan kita tidak diindahkan” sebut Syamsir Alam.
Ia sangat berharap, agar Dinas Pertambangan Energi Pasaman Barat turun tangan dan segera menertibkan para penambang emas liar. Jika dibiarkan, maka lingkungan Ranah Batahan akan rusak dan aktifitas masyarakat terganggu.
Aktifitas penambang emas illegal itu mengakibatkan air menjadi keruh sehingga aktifitas warga seperti mencucui terganggu. Selain itu, air sungai yang biasanya digunakan oleh sebagian warga untuk air minum tidak bisa dimanfaatkan. Akibat pengerukan mengakibatkan kedalaman dan pelebaran sungai semakin bertambah. Hal itu akan memicu banjir besar jika hujan berkepanjangan terjadi di Nagari Batahan.
Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan mesin dompeng penambang emas yang diduga tanpa izin beroperasi di Sungai Kanaikan, Kecamatan Gunung Tuleh dan Sungai Batahan Aek Nabirong, Kecamatan Ranah Batahan.
Di lapangan tampak sejum lah mesin dompeng bebas menambang emas di kedua sungai itu. Para penambang menggali dasar sungai untuk mendapatkan emas dengan modus menambang batu kerikil dan pasir.
Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Pasaman Barat, Faizir Johan membenarkan adanya aktivitas penambangan emas tanpa izin menggunakan mesin dompeng yang jumlahnya puluhan bahkan ratusan unit di beberapa sungai besar di daerah itu.
“Kita tidak bisa berbuat banyak untuk menertibkan para penambang itu karena belum ada aturan yang jelas. Bahkan peraturan daerah (Perda -red) yang mengatur tentang tambang emas belum ada. Dalam waktu dekat para pemilik mesin dompeng itu akan dipanggil untuk dimintai keterangan,” ujar. (212)

 

Sumber: hariansinggalang.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: