Leave a comment

Larangan Beli BBM Subsidi Terganjal


Pasamanbarat.com – Padang—Kebijakan pemerintah melarang kendaraan dinas dan mobil mewah tidak menggunakan BBM bersubsidi atau premium, belum bisa dilakukan sepenuhnya.

Pasalnya, masih banyak SPBU di Sumbar yang belum menyediakan BBM jenis pertamax. Dari 19 kabupaten dan kota di Sumbar, hanya delapan kabupaten dan kota punya SPBU yang menyediakan pertamax.

Selain itu, kebijakan tersebut juga belum ada aturan yang jelas. Hingga kemarin, masih banyak mobil dinas dan mobil mewah yang mengonsumsi premium. Pantauan Padang Ekspres di beberapa SPBU di Padang, sejumlah kendaraan pelat merah masih ”meminum” premium untuk bahan bakar. Begitu pula mobil mewah.
Pengguna kendaraan dinas berdalih kebijakan pemerintah terkait larangan menggunakan premium, sulit diberlakukan. Selain belum ada sosialisasi ke satuan kerja perangkat daerah (SKPD), kupon minyak yang diberikan juga masih kupon premium.
”Bagaimana mau isi pertamax, kupon minyak untuk mobil dinas kami saja masih premium. Jadi kalau beralih ke pertamax, siapa menutupi kekurangan nilai kuponnya,” ujar seorang pegawai kantor gubernur yang mengisi bensin di SPBU kawasan Padangbaru, Padang, kemarin.
Kepala Humas Pertamina Wilayah Sumbar Suroto mengatakan sudah mempersiapkan diri semua SPBU tersedia pertamax. Saat ini, dari 19 kabupaten dan kota di Sumbar, baru 8 kabupaten dan kota punya SPBU yang menyediakan pertamax (lihat grafis). ”Dalam waktu dekat, khusus untuk daerah-daerah jalan lintas, akan segera diprioritaskan penyediaan pertamax,” ujar Suroto.
Salah satu pemilik SPBU di Ujunggading, Pasaman Barat (Pasbar), Munar menyatakan siap menjalankan rencana pemerintah melarang kendaraan dinas dan mobil mewah ”minum” premium. Hanya saja, ia mengaku belum memperoleh petunjuk yang jelas soal realisasi kebijakan tersebut. ”Jika sudah ada kejelasan, kita siap melaksanakan program itu, termasuk mempersiapkan seluruh peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan,” kata Munar.
Saat ini, SPBU-nya belum memiliki pompa untuk persiapan pertamax. Biarpun begitu, kalau memang akan diberlakukan juga kebijakan pelarangan itu, Munar sudah menyiapkan tangki minyak untuk menampung pertamax.
Pantauan Padang Ekspres di sejumlah SPBU di Pasbar, memang belum satu pun SPBU memiliki pertamax. Baik SPBU Aiabalam, Kecamatan Parit Koto Balingka, SPBU Ujunggading, Kecamatan Lembahmelintang, SPBU di Batanglingkin dan SPBU di Batangtoman, Kecamatan Pasaman, SPBU Sarik, Kecamatan Luhak Nanduo, serta SPBU Kinali.
Kondisi serupa juga terlihat di beberapa SPBU di Kabupaten Agam, seperti SPBU Kubang Lubukbasung. Safar, Kepala Operasional SPBU milik ANS Group, mengatakan belum menjual pertamax karena belum ada kebijakan dari perusahaan untuk menjualnya. ”Kalau pemerintah mengharuskan seperti itu, kami akan menindaklanjutinya ke atasan untuk membuatnya. Saat ini, kami memiliki satu pompa cadangan dan bisa dijadikan untuk pompa pertamax,” kata Safar.
Siapkan Juknis
Kepala Biro Humas Pemprov Sumbar, Surya Budi mengatakan, instruksi Gubernur Sumbar Irwan Prayitno agar kendaraan dinas menggunakan BBM nonbersubsidi akan dijabarkan dalam aturan lebih lanjut. ”Tentunya tak serta merta saja dapat diberlakukan, harus ada sosialisasi ke bawah, serta petujuk teknis (juknis)-nya secara lebih rinci. Kita sedang menyiapkan juknisnya. Setelah itu, baru kebijakan ini berlaku,” ujarnya.
Surya tak menafikan akibat kebijakan itu berpengaruh pada anggaran, namun pihaknya akan berupaya meyakinkan DPRD soal rencana pelarangan kendaraan dinas menggunakan BBM bersubsidi. Kalaupun sekaang APBD sudah disahkan, tapi bisa disiasati dengan merevisi anggaran tersebut. ”Karena ini kebijakan pusat, mau tidak mau tentu kami harus melaksanakannya,” ujarnya.
Anggota Komisi III DPRD Sumbar, Zulkifli Jaelani menegaskan, kebijakan itu memang tidak bisa begitu saja diterapkan. ”Harus ada kajiannya. Kalaupun tetap dilakukan, harus dilakukan penyesuaian anggaran,” ujarnya. Dia lebih sepakat Pemprov Sumbar melakukan penghematan saja terlebih dahulu. Kalau sudah jelas aturan dan kajiannya, barulah bisa dilaksanakan.
Sebelumnya, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menyepakati usulan Menteri Ekonomi Sumber Daya Mineral (ESDM) menekankan kendaraan dinas tidak boleh memanfaatkan BBM bersubsidi. ”Mulai hari ini (4/4) saya minta pejabat menggunakan BBM nonsubsidi untuk kendaraan dinasnya,” ujarnya.
Soal membengkaknya anggaran, Irwan tak terlalu mengkhawatirkannya. ”Saya kira itu hal yang wajar. Justru yang tak wajar itu adalah perilaku pejabat daerah yang menggunakan BBM bersubsidi untuk kendaraan dinasnya, padahal mereka tak berhak,” ujarnya.
Dipasok ke Tambang
Kebijakan pelarangan penggunaan BBM subsidi memang dilematis, mengingat besarnya disparitas harga BBM bersubsidi terhadap nonsubsidi. Premium kerap diselundupkan untuk kepentingan bisnis, seperti di Sawahlunto. Informasi yang dirangkum Padang Ekspres, di kota arang ini banyak beredar informasi bahwa premium (terutama solar) digunakan kalangan usaha tambang batu bara.
Biasanya, pelaku industri memanfaatkan jasa tukang ojek minyak. Berbekal motor dan lima buah jeriken, tukang ojek minyak datang ke SPBU mengisi minyak solar dengan alasan dijual kembali di kios eceran. Kenyataan di lapangan, solar yang sudah dibeli tersebut menyimpang ke lokasi pertambangan. Di Sawahlunto sendiri terdapat dua SPBU, satu di Talawi dan satu lagi di Silungkang.
Ujang, 23 (nama samaran), saat ditemui Padang Ekspres, mengaku sudah lama membeli solar ke SPBU untuk dibawa ke lokasi tambang. ”Dalam sehari, saya bisa mendapatkan uang Rp 100 ribu lebih. Kalau bekerja di tempat lain, saya tidak pernah mendapatkan penghasil sebesar itu,” ujarnya.
Cara berbeda digunakan pelaku tambang di SPBU Talawi. Pelaku industri membeli solar dengan cara mengisi penuh tangki mobil angkutan batu bara yang beroperasi di lokasi pertambangan. Padahal, seharusnya mobil tersebut diisi menggunakan minyak industri. (mg6/roy/ayu/bis/mg7/mg18/rdo)

 

Sumber: PadangEkspres

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: