Leave a comment

Kepsek Akui Serahkan Dana Partisipasi


pasamanbarat.com —Empat orang kepala sekolah di Pasaman Barat menjadi saksi kasus dugaan korupsi dana alokasi khusus (DAK) di Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Pasaman Barat tahun 2009. Keempatnya mengakui dana untuk perbaikan dan pembangunan lokal beserta mobiler disetor pada oknum pejabat Dinas Pendidikan untuk dana partisipasi dan jasa pembuatan SPj.
Dalam sidang yang dipimpin hakim Sapta Diharja itu, jaksa menghadirkan empat orang kepala sekolah, yaitu Rita Agus, Samuel, Ema Yarti, dan Syamsirwan. Dalam keterangannya, Rita Agus menjelaskan, sekolah yang dipimpinnya mendapatkan DAK pada 2009 sebesar Rp 210 juta. Dana itu untuk perbaikan tiga lokal belajar beserta mobiler. Lalu, dana itu dia setorkan pada pejabat Disdik, Yuhasdi Rp 1,5 juta per kelas. Ditambah uang jasa untuk pembuatan SPj sekitar Rp 2 juta.
Sedangkan Samuel, kepala SDN 13 Lembahmelintang, justru menyetorkan uang partisipasi sebesar Rp 2 juta per kelas, ditambah uang pembuatan SPj. Namun, dia tidak mengetahui uang tersebut disetor pada siapa. ”Saat sosialisasi kepala UPTD Edimar mengatakan setiap kelas akan dikenakan uang partisipasi sebesar Rp 2 juta. Katanya akan disetor untuk yang di atas. Karena kami butuh lokal ya kami iyakan saja,” paparnya.
Hal senada disampaikan Kepala SDN 02 Gunungtuleh dan Kepala SDN 01 Sungaiaur, yaitu Ema dan Syamsirwan. Mereka mengakui sebelum DAK turun, mereka disosialisasikan akan turunnya DAK ini. Disampaikan akan ada dana partisipasi sebesar Rp 1,5 juta per kelas.
Dalam pembuatan SPj, mereka meminta bantuan kepada pejabat pelaksana teknis kegiatan di Dinas Pendidikan Pasbar karena tidak mengerti menggunakan komputer dan tidak ada pegawai TU di sekolah mereka. Dalam sidang, dalam petunjuk teknis tidak diizinkan memakai DAK untuk biaya administrasi, biaya perjalanan pegawai.
Dalam sidang perdananya, jaksa penuntut umum (JPU) yang terdiri dari Erman Syafrudianto, Herry Hendra, Ilham Wahdini, dan Nazif Firdaus mengatakan, keempat terdakwa didakwa melakukan korupsi DAK Dinas Pendidikan tahun 2009 dengan pagu Rp 24 miliar. Indikasi pungutan liar dengan modus uang partisipasi ini, diduga merugikan negara Rp 1,2 miliar.
Dalam proses pencairan dan penggunaan DAK, sebelum pencairan oleh terdakwa, para kepala sekolah yang sekolahnya mendapat jatah DAK, diminta mengumpulkan uang partisipasi sebanyak Rp 1,5 juta per kelas. ”Setelah terkumpul uang tersebut ke UPTD untuk kemudian diserahkan kepada PPTK DAK 2009,” katanya.
Total dana yang dikumpulkan dari ketiga PPTK sebanyak Rp 470,5 juta, kemudian dibagikan oleh terdakwa M Yaman kepada keempat terdakwa. M Yaman mendapat bagian Rp 250juta, Syafriadi Rp 67,5 juta, Bakrie Rp 58 juta dan Agusman Rp 88 juta. (a)

 

 

Sumber: padangekspres.co.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: