Leave a comment

WARGA SEPAKAT : Stop Beternak Babi


Pasamanbarat.com  – Beternak babi di kabupaten yang dibangun di atas tadah agama, sangat tak elok. Selain tak lazim, kurang enak pula dilihat dari sisi kebersihan dan kesehatan.

“Alhamdulillah, warga di sini (baik beragama Islam, non-Muslim maupun peternak babi -red) sepakat untuk menyetop kegiatan beternak babi,” kata Camat Luhak Nan Duo, Mashud didampingi Walinagari Kotobaru, Firdaus kepada Singgalang, Selasa (17/4).
Kesepakatan ini berawal sejak adanya keluhan masyarakat terhadap enam lokasi peternakan babi di lingkungan Ophir dan Kotobaru, Kecamatan Luhak Nan Duo, Pasaman Barat. Usaha ternak babi oleh warga non-Muslim tersebut sudah berlangsung setahun.
Warga menolak keras kehadiran ternak yang besar mudharat daripada manfaatnya itu. Apalagi sudah mengarah keresahan di tengah masyarakat karena ada pro dan kontra.
“Ditambah pula laporan masyarakat di seputar lokasi peternakan, maka kita adakan pertemuan ini. Tentu dengan jalan musyawarah, ke depan tak ada lagi penolakan berbau anarkhis,” timpal Firdaus.
Pemerintah dan warga telah memberikan peringatan pada 2011, agar kegiatan beternak babi dihentikan. “Selain tidak sesuai warga mayoritas, etika ketimuran, juga dikhawatirkan adanya indikasi flu babi,” timpal Zainal Abidin didampingi Alimuzar.
Lantaran tetap beroperasi, sambung mereka, maka langkah mediasi dan rapat koordinasi adalah metode yang paling tepat dan elegan. Bahkan saat mufakat Selasa lalu, dihadiri keenam peternak babi tersebut. Sayang, mereka enggan ditulis namanya.
Hasil kesepakatan ditandatangani camat, muspika, walinagari, kepala jorong, dan tokoh pemuda. Di situ juga diterakan, peternak babi diberi toleransi hingga 30 April 2012.
Usai batas waktu toleransi, keenam peternak segera membebaskan lokasi masing-masing dari babi peliharaannya. Apakah babi itu dijual, dipotong atau dipindahkan di luar kawasan Pasbar.
Tujuannya, peternak tidak dirugikan. Malahan boleh kembali membudidayakan ternak, asal tidak hewan yang satu itu. Tapi, bila peraturan ini tidak diindahkan, diberi sanksi lebih tegas atau diselesaikan di meja hijau.

Bermartabat
NT, salah seorang peternak babi saat dikonfirmasi Singgalang menjelaskan, pihaknya menerima maksud dan itikad baik pihak Jorong Ophir, Zainal Abidin. Bermartabatnya lagi, permasalahan diselesaikan dengan jalan musyawarah.
“Kami menerima hasil musyawarah yang telah disepakati secara bersama dan sangat berterimakasih atas tenggang waktu yang diberikan (30 April mendatang -red),” akunya.
Apalagi peternak bisa memikirkan pengalihan ternaknya, sehingga tak mengalami kerugian fatal. “Saya berterimakasih kepada bapak Zainal Abidin, termasuk semua pihak,” ulang NT.
Jika tak demikian, mungkin para peternak, lanjut NT, tidak tahu harus melakukan apa. Sedangkan beternak babi itu usaha mereka yang juga membutuhkan modal.
NT mengaku bahwa warga kurang nyaman. Namun di balik itu, ada pula kenyamanan pihak peternak. Dengan adanya tenggang waktu hingga 30 Aprili, maka peternak senang dan mematuhinya.
Menjelang keputusan diambil, Camat Mashud beserta Walinagari Firdaus telah menggarisbawahi, hasil musyawarah berdasarkan persetujuan semua pihak dan tanpa paksaan.
Pembebasan Pasbar dari kandang babi sangat relevan dengan program Bupati H. Baharuddin R membangun Pasbar di atas tadah agama. Para peternak babi tidak perlu pula berkecil hati karena muaranya juga untuk kemaslahatan umat.
Kesatuan, persatuan, dan keharmonisan di atas segalanya. Beribadahlah sesuai agama masing-masing, tapi jangan usaha atau ekonomi yang merusak lingkungan masyarakat, apalagi memicu perpecahan. (Ams/521)

 

Sumber: hariansinggalang.co.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: